Serangga Dengan Umur Terpendek Didunia

Jumat, 12 Juni 2015 | komentar

   Secara taksonomi, lalat capung (Mayfly) adalah sejenis serangga yang berasal dari Ordo Ephemeroptera. Ephemeroptera berasal dari bahasa Yunani yang berarti ephemeros yang berarti "hidup singkat", dan pteron yang berarti "sayap", sehingga hewan ini sering disebut serangga bersayap dengan hidup yang singkat. Serangga ini diklasifikasikan kedalam kelompok Palaeoptera, yaitu serangga primitif yang termasuk didalamnya adalah capung, dan capung jarum. Terdapat lebih dari 2.500 spesies yang tersebar di seluruh dunia, dimana 630 diantaranya ditemukan di Amerika Utara


Jangka hidup seekor lalat capung dewasa bervariasi, mulai dari 30 menit sampai dengan 1 hari tergantung dari jenisnya. Fungsi utama seekor individu dewasa adalah bereproduksi. Bagian mulut hanyalah vestigial, yaitu organ sisa yang tidak berguna lagi. Sedangkan sistem pencernaan hanya diisi dengan udara. Sayapnya berupa membran (mirip dengan sayap lalat rumah tapi dengan pembuluh vena lebih banyak) dan berdiri tegak seperti sayap kupu-kupu. Sayap depan jauh lebih besar daripada sayap belakang. Pada sebagian besar spesies, mata jantan biasanya lebih besar dengan kaki depan yang sangat panjang, yang digunakan dalam mencari dan memegang betina saat kimpoi di udara. Pada beberapa spesies, semua kaki selain kaki depan jantan tidak berguna sama sekali.

SIKLUS HIDUP
 
Secara umum. lalat capung mengalami metamorfosis tidak sempurna, karena serangga ini tergolong sebagai serangga primitif.
 

 Siklus hidup Mayfly (lalat capung) : 
1 . Telur menjadi nimfa
2 . Nimfa hidup didasar perairan dan berkembang dalam fase yang disebut instar hingga berusia dewasa.
3 . Nimfa dewasa mulai berenang didalam air
4 . Nimfa dewasa mulai mengeluarkan sayap dan tetap mengambang di permukaan sampai sayapnya kering sepenuhnya yang akan dipergunakan untuk terbang.
5 . Lalat capung muda kemudian terbang ke semak semak maupun perpohonan untuk mencari pasangannya . Dalam fase ini , Lalat capung sudah menjadi dewasa
6.  Lalat capung betina kemudian melepaskan ribuan telur ke bawah permukaan air dan kedua pasangan tersebut akan jatuh bersamaan sehingga mereka mati.

RITUAL PERKIMPOIAN LALAT CAPUNG 

   
   Sebelum melakukan perkimpoian, sekelompok lalat capung jantan terbang di atas permukaan air dan mereka melakukan tari-tarian yang dapat menarik perhatian betinanya. Tidak lama berselang muncul lalat capung betina yang langsung mendekati kawanan tersebut dan langsung memilih salah satu dari lalat capung jantan tersebut. Perkimpoian kemudian dilakukan di dekat permukaan air, sang jantan memegang betinanya dengan penjepitnya, sedangkan betina mulai menjatuhkan telurnya yang telah dibuahi ke permukaan air. Mereka berjuang untuk tetap hidup selama beberapa waktu sampai ritual perkimpoian ini selesai. Setelah menyelesaikan ritual ini, lalat capung jantan yang kelelahan langsung menjatuhkan dirinya di permukaan air, dan tidak lama berselang sang betina pun ikut jatuh ke permukaan air. Mereka berdua pun kemudian mati dan menjadi makanan bagi ikan-ikan di perairan tersebut. Hal ini diulangi terus oleh serangga ini selama masa hidupnya.





 
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Classy Virtual World - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger